Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Hidup Lebih Enteng Kalau Nebeng


Kemacetan seharusnya bukan sesuatu yang wajar. Tapi, karena hal itu terus menerus terjadi, masyarakat seakan nrimo dan mau tak mau pasrah menghadapi kemacetan. Padahal sih, gondok juga kalau harus duduk berjam – jam di dalam mobil. Ungkapan “tua di jalan” yang sering terlontar dari mulut para pengendara ternyata ada benarnya. Gara – gara macet, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, dalam setahun warga Jabodetabek hidup di jalan selama 1 bulan, dihitung dari 60 jam per bulannya hasil bermacet – macetan ria. Jika dibandingkan dengan 8 jam kerja efektif per hari, maka 720 hari dibagi 8 jam kerja hasilnya setara dengan tiga bulan hari kerja.
Bukan warga Jakarta namanya kalau belum kena sindrom Pamer Paha di jalanan, alias Padat Merayap Tanpa Harapan. Jumlah kendaraan motor di tahun 2012 saja diperkirakan mencapai lima belas juta unit, tentu tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada. Otomatis kemacetan parah tidak dapat dihindari. Hal serupa juga dialami oleh Rudyanto Linggar setiap berangkat kerja dari Karawaci menuju Cakung. Puncaknya di tahun 2005 saat ia bersama ratusan pengguna jalan lainnya sedang “menikmati” panas dan macetnya jalan tol Jakarta – Merak, muncul sebuah gagasan untuk membuat sedikit perubahan positif.
“Banyak mobil yang masih dikendarai sendiri – sendiri. Sebenarnya kemacetan bisa dikurangi, asalkan dua mobil jadi satu mobil.” Papar Rudy, panggilan akrab Rudyanto, saat ditemui di kantornya di Ruko Lippo Village.
Rudy kemudian mulai mengajak teman dan keluarganya yang tujuannya satu arah untuk nebeng di mobilnya. Berawal dari rutinitas ini, pada 28 September 2005, ia bersama istri dan seorang rekannya meluncurkan nebeng.com sebagai sarana komunikasi yang memfasilitasi kebutuhan para pengguna jalan. Di nebeng.com, mereka dapat mencari teman seperjuangan untuk berangkat ke tujuan. Pria kelahiran Malang, 30 Januari 1974 itu lebih lanjut mengatakan, tujuan diluncurkan website tersebut sebenarnya simple. Ia ingin membantu warga untuk menghemat ongkos bensin sekaligus berkontribusi untuk mengurangi kemacetan yang nggak ada habisnya di ibu kota dan kota – kota sekitarnya. Apalagi pada waktu itu pemerintah akan mulai memberlakukan kenaikan harga BBM dua kali lipat, dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liternya. Lantas, situs tersebut mendapat respon yang luarbiasa. Hanya dalam waktu sebulan setelah nebeng.com beroperasi, sekitar dua ribu orang telah mendaftar keanggotaan.
Pria yang juga memiliki usaha di bidang software komputer mengaku, sebagai pengelola situs nebeng.com dirinya hanya berperan sebagai biro jodoh, mempertemukan penebeng dan pemberi tebengan. Tapi tidak bisa sembarangan untuk tebeng menebeng di komunitas ini. Berbeda dengan taksi gelap atau joki three – in – one yang beredar di jalanan, komunitas yang menggelar “kopi darat” setiap satu tahun sekali ini menawarkan keamanan dan kenyamanan. “Di sana (nebeng.com, -red) mereka harus mengisi informasi pribadi yang valid beserta nomor telepon atau email yang masih aktif. Lalu, tim kami akan melakukan verifikasi lebih lanjut dengan cara mengecek ke kantor atau menelepon ke rumah yang bersangkutan, apakah si orang ini benar – benar ‘ada’.” Ungkapnya. Dibanding menggunakan joki – joki cabutan yang tidak jelas asal usulnya, dengan verifikasi dan akun profil layaknya facebook memungkinkan para anggota untuk saling mengenal terlebih dahulu sebelum menebeng. Selain itu, bagi para pemberi tebengan wajib hukumnya untuk menjelaskan kondisi kendaraan mereka, apakah bebas atau dilarang merokok, ladies only, kebersihan, dan juga kapasitasnya. Dengan demikian para penebeng dapat mencari dan memilih tebengan sesuai dengan kebutuhan masing – masing.
“Urusan tarif dan tempat pertemuan tergantung pada kesepakatan di antara mereka, kalau sudah menemukan yang sejalur (arah tujuan).” Kata anak kedua dari lima bersaudara tersebut. Rudy kemudian mengutarakan bahwa ia memprakarsai berdirinya komunitas ini adalah agar bersama – sama menghemat pengeluaran, yang kemudian diharapkan dapat dialokasikan kepada kebutuhan sehari – hari lainnya. Idenya, pemberi tebengan dan penebeng patungan untuk ngisi bensin. Tetapi tidak jarang ditemukan kasus, penebeng mentraktir si empunya mobil atau bahkan nebeng secara cuma – cuma. Rudy benar – benar menyerahkan semuanya kepada orang yang bersangkutan.
Banyak cerita menarik dari komunitas yang pada awalnya eksis hanya lewat email dan milis ini. Frekuensi waktu bertemu yang cukup rutin antara penebeng dan yang ditebengin membuat mereka menambah teman baru, malah kalau beruntung, jadi rekan bisnis. Sylvia, istri Rudy, menambahkan, pembicaraan yang awalnya cuma basa – basi biar nggak “garing” di jalan tanpa disadari berlanjut ke hal – hal yang pribadi. Curhat masalah kantor, sehari - hari, bahkan problem rumah tangga kerap terlontar begitu saja tanpa tedeng aling aling, demi membunuh suntuk menunggu sampai di tujuan.
“Ya kita sih yang nyetir, sambil dengerin mereka curhat. Paling iya – iya aja. Hahaha… Daripada dibawa ngantuk di jalan kan?” Sambungnya. 
Dari yang awalnya “hanya” beranggotakan 2.000 orang, kini nebeng.com tercatat memiliki 47 ribu anggota yang mayoritas bermukim di Jabodetabek, Bandung, sampai Surabaya, dengan jumlah penebeng mencapai 28 ribu dan pemberi tebengan sekitar 19 ribu orang. Dengan perkiraan para penebeng menggunakan mobil pribadi yang menghabiskan lima liter bensin dalam sehari, Komunitas Nebeng telah ikut berkontribusi dalam menghemat 140 ribu liter BBM per hari. Berkurang pula jumlah kendaraan yang sibuk lalu lalang di jalanan, sekitar 28 ribu per hari. Rencana ke depannya, ulas Rudy, ia menginginkan komunitas ini berkembang di seluruh Indonesia dan memiliki kapasitas hosting yang lebih besar untuk situsnya agar dapat beroperasi selayaknya Facebook yang lebih cepat dan mudah diakses oleh semua orang. (Ajeng Quamila)

Kumpul Komunitas


Padatnya pengunjung ditambah suara nyaring dari segala spesies jenis binatang unik mewarnai lantai dasar Mall WTC Mangga Dua. Mata dan rasa ingin tahu para pengunjung dibuat penasaran dengan segala jenis binatang yang jarang untuk dipelihara. Luwak, Arwana, Super glidder (Possum), Landak Mini, Ular Sanca, dan Burung Kakak Tua menjadi pemandangan unik di acara IPPAE (Indonesia Pet,Plant, Aquatic) siang itu.

Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini menjadi ajang kumpul-kumpul pecinta hewan unik di Indonesia.  “Acara IPPAE bertujuan meningkatkan antusiasme para penggemar dan komunitas hewan,” kata Siska, panitia IPPAE 2012.

Berbagai macam komunitas hadir disini, seperti komunitas Hedgehog Lover Indonesia, Super Glidder Indonesia, Pecinta Arwana dan komunitas lainnya.

Acara yang diadakan dari tanggal 1-9 Desember tersebut memberi kesempatan bagi komunitas-komunitas tersebut untuk mensosialisasikan serta mencari keuntungan dari penjualan hewan peliharaan mereka.


Salah satu anggota HeLi (Hedgehog Lover Indonesia) mengaku mendapat keuntungan dan manfaat besar di acara ini. “Gue bisa menjual Landak Mini dan lumayan bisa dapet 150 ribu sampe 300 ribuan sekalian bisa kumpul sama temen-temen,” kata Biondy sambil memegang Hedgehognya yang bernama Snowy di tangannya.



BOLA BERDURI BERLARI



“Priiitt...!!!” Suara peluit terdengar dari seorang laki-laki. Empat kaki kecil berlari-lari memutari sirkuit Tamiya. Hidungnya mancung seperti moncong babi. Mata dan mukanya persis hamster, namun badan mungilnya dipenuhi oleh duri-duri setajam tusuk gigi.

Landak mini dengan corak cokelat di duri-durinya berjuang memenangkan lomba lari melawan rivalnya landak albino. Kedua hewan yang biasa disebut Hedgehog ini terus berlari tanpa arah. Ada yang terus maju, dan malah ada yang mundur. Setelah dua putaran yang melelahkan, Hedgehog bercorak cokelat  milik Anggia memenangkan lomba di acara IPPAE (Indonesia Plant Pet, Plant, Aquatic) yang diselenggarakan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara.                                                                    
                                                                            
                                                                                                                                  
Landak Mini atau African Pigmy adalah sejenis binatang mamalia dengan rentang umur sampai 10 tahun. Duri-durinya tidak beracun atau berkait seperti landak jawa. Pertahanan yang dimiliki dari semua spesies Landak Mini adalah kemampuan untuk menggulung jadi bola duri. “Memelihara Hedgehog itu gampang banget! Kasih makan ulat dan serangga aja dan sikat badannya dua kali seminggu pake shampoo dee dee yang tidak pedih di mata,” kata Achi pemilik Hedgehog bernama Unyu ini.

Aksi dari binatang “nocturnal” atau aktif di malam hari ini tidak sampai disini saja. Perlombaan lomba makan ulat Hongkong dan Labirin semakin membuat gemes dan gregetan pengunjung di siang itu.

Sunday, December 9, 2012

Diguyur Hujan Demi Jennifer Lopez

 
photo credit: http://is.asia-city.com/sites/default/files/imagecache/item_image/jlo-online.jpg


Pada tanggal 4 Desember 2012 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menonton aksi panggung sang diva dunia, Jennifer Lopez dalam konser ‘Dance Again World Tour 2012’ di Singapura. Walaupun Jennifer Lopez juga mengadakan konser di Jakarta, ketika ditawarkan pergi oleh ibu dan beberapa tante, saya yang adalah penggemar berat Jennifer Lopez sejak kecil, menyambut kesempatan ini dengan tangan terbuka.

Sebelum menonton pertunjukan yang diselenggarakan di Gardens by The Bay, Marina Bay itu, saya sudah berfikir bagaimana konser out door ini akan dijalankan, mengingat saat ini sedang musim hujan. Ternyata, benar saja. Lokasi Gardens by The Bay yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari hotel dan casino maha megah Marina Bay Sands itu telah diguyur hujan sejak beberapa jam sebelum konser dimulai. Berbekal payung dan jas hujan, saya, ibu saya, dan tiga orang tante saya memberanikan diri untuk mengarungi jalan menuju ke Gardens by The Bay. Sesungguhnya, taman Gardens by The Bay adalah salah satu tempat paling indah yang pernah saya kunjungi. Sekalipun terhalangi oleh rintik hujan yang turun, saya tetap dapat menikmati keindahan lokasi tersebut yang tidak pernah saya lihat sebelumnya, apalagi di Indonesia.

Setelah berjalan kurang lebih 30 menit menuju lokasi konser yang terletak di penghujung Gardens by The Bay, akhirnya kami sampai juga. Begitu sampai di lokasi, ibu dan ketiga tante saya yang tidak terbiasa menonton konser, apalagi konser outdoor, langsung panik dengan keadaan lapangan konser yang berlumpur dan basah oleh hujan. Kami pun segera memilih lokasi yang cukup strategis yang beralaskan semen, walaupun berjarak agak jauh dari panggung.

“Begini nih, jadinya kalau tidak kenal pawang hujan,” lontar salah satu tante saya.


Dua jam berlalu sejak kami sampai di lokasi. Pada saat itu konser seharusnya sudah dimulai sejak satu jam sebelumnya. Sekitar pukul 21.00 sang diva dunia pun naik ke atas panggung. Hujan yang untungnya telah berhenti mengizinkan saya dan sekitar 15.000 penonton konser lainnya untuk menikmati konser seperti seharusnya.

“What’s up Singapore!!!!??” begitu sapa wanita 43 tahun dengan panggilan J-Lo ini ketika naik ke atas panggung.

Konser dimulai dengan lagu hit J-Lo dari tahun 2005 yang berjudul Get Right, yang kemudian dilanjutkan dengan lagu Love Don’t Cost A Thing dari album “J.LO”. Medley masih dilanjutkan dengan lagu dari album terbarunya yang berjudul I’m Into You dan kembali lagi ke album perdananya dengan lagu Waiting For Tonite. Selepas itu, J.Lo keluar dari panggung untuk pergantian kostum, dimainkanlah footage J.Lo diatas ring tinju lengkap dengan peralatan tinju dengan sports bra berlapiskan manik-manik dan celana tinju yang menunjukkan perutnya yang kencang di layar besar. Segmen kedua dari konser pun dimulai, segmen ini bertema ‘Doesn’t matter how many times you fall, you can always get back up’ tema ini dijelaskan oleh Jennifer yang sudah kembali lagi ke atas panggung untuk merepresentasikan kehidupannya sendiri yang telah diwarnai oleh berbagai kegagalan namun dia berhasil bangkit kembali setiap saat. Mantan juri American Idol ini kemudian melanjutkan konsernya dengan lagu Goin’ In yang diambil dari album terbarunya yang bertajuk “Love?”. Setelah lagu Goin’ In yang dilengkapi koreografi martial arts dari para penari latarnya yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 2 orang perempuan, J.Lo memulai segmen berikutnya dari konser ini yang berisikan keinginannya untuk membuat orang-orang ingat bahwa walaupun ia telah menjadi salah satu diva terbesar di dunia, ia hanyalah seorang wanita simpel yang berasal dari Bronx, New York. Maka dengan itu, bagian terfavorit saya dari seluruh konser ini dimulai. J.Lo mulai menyanyikan medley lagu-lagu R n’ B terpopulernya yang adalah lagu-lagu kesukaan saya dari masa Sekolah Dasar, yaitu I’m Real, All I Have, Ain’t it Funny, dan Jenny From The Block dengan latar belakang video klip dari masing-masing lagu.

Jennifer Lopez yang selama ini terkenal dengan kehidupan pribadinya yang selalu menarik perhatian, menunjukkan sisi personal dari kehidupannya sekarang dengan memasang footage dirinya dan sang kekasih yang juga adalah penari latarnya, Casper Smart menari dengan gaya lyrical hip hop dengan lagu Baby I Love You. Selain itu, bagian yang menurut saya paling impresif adalah ketika ia menyanyikan lagu Until It Beats No More yang didedikasikan untuk kedua anaknya yang dilengkapi dengan slide foto dan video Jennifer dan anak-anaknya, si kembar Maximilian David dan Emme Maribel yang adalah hasil pernikahannya yang telah kandas dengan penyanyi latin legendaris, Marc Anthony.

Konserpun ditutup dengan J.Lo membawakan lagu-lagu hits nya yang terkini seperti On The Floor dan Papi, hingga betul-betul diakhiri dengan penampilan encore membawakan lagu Dance Again yang juga menjadi judul dari rangkaian konser ini. Secara keseluruhan, saya sangat menikmati pertunjukan yang diberikan. Walaupun diguyur hujan dan panggung yang kurang tinggi sehingga menyebabkan saya kurang bisa melihat aksi di panggung secara jelas, penampilan wanita bernama lengkap Jennifer Lynn Lopez di usianya yang 43 tahun itu patut diacungi jempol karena staminanya yang kuat untuk menari dan menyanyi secara live sepanjang konser yang berdurasi kurang lebih satu setengah jam itu.

(Vindya)

Wednesday, December 5, 2012

FASE GRUP LIGA CHAMPIONS 2012 - 2013


Sampai matchday 6, Rabu (5/12/12) dini hari, inilah hasil sementara fase penyisihan grup Champions League 2013:

GRUP A

DINAMO ZAGREB 1 - 1 DINAMO KYIV
PARIS St. GERMAIN 2 - 1 PORTO

GRUP B

MONTPELLIER 1 - 1 SCHALKE 04
OLYMPIACOS 2 - 1 ARSENAL

GRUP C

MALAGA 2 - 2 ANDERLECHT
AC MILAN 0 - 1 ZENIT


GRUP D

BORUSSIA DORTMUND 1 - 0 MAN. CITY
REAL MADRID 4 - 1 AJAX


Sementara itu, pertandingan demi memperebutkan sisa 8 tiket semifinal untuk grup E, F, G, dan H akan dilangsungkan Kamis (6/12/12) dini hari.

(Ajeng Quamila)



Tuesday, December 4, 2012

SANG GARUDA KEOK!


    Lagi, skuad Garuda harus kembali menelan pahitnya kekalahan telak. Indonesia gagal maju ke babak semifinal piala AFF 2012 setelah dihantam 0-2 oleh Malaysia di stadion Bukit Jalil, Sabtu (1/12/12).

   Adapun kemenangan membuat Malaysia lolos ke babak semifinal sebagai runner-up bersama juara Grup B, Singapura. "The Lions" memastikan lolos setelah menaklukkan Laos dengan skor 4-3.

   Malaysia berhasil unggul terlebih dulu pada menit ke-26. Umpan silang Mahali Jasuli berhasil dikonversi Mohd Azamuddin Md Akil menjadi gol. Berselang tiga menit kemudian, gawang Wahyu Tri Nugroho kembali kebobolan oleh tembakan keras yang dilepaskan Mahali Jasuli.

   Tertinggal 0-2, Nil langsung memainkan Andik. Beberapa kali aksi dari gelandang lincah Persebaya Surabaya ini merepotkan pertahanan Malaysia. Sayang, usaha Indonesia memperkecil ketertinggalan tak membuahkan hasil hingga turun minum.       

   Selepas jeda, Indonesia kembali mengambil inisiatif serangan. Nilmaizar pun kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Tonny Cussel untuk menggantikan Okto pada menit ke-57 serta memainkan Jhonny van Beukering pada menit ke-63. Sayang, segala upaya Irfan Bachdim dan kawan-kawan tak membuahkan hasil, dan Indonesia dipastikan takluk 0-2. (Ajeng Quamila)

source: http://bola.kompas.com/read/2012/12/01/21521362/Indonesia.Tersingkir.dari.Piala.AFF.2012

GOL 40 MILIAR EURO

source: sickboyfcb.tumblr.com
   Performa Javi Martinez sejak kedatangannya yang kontroversial di awal musim bisa dibilang semakin membaik. Menggeser Franck Ribery sebagai pemain termahal Bundesliga, Martinez membuktikan bahwa banderol 40 miliar Euro worth spent.

   Lewat bicycle kick hasil assist dari Bastian Schweinsteiger, pada menit ke-3 Martinez membuka pesta gol FC Bayern München ke gawang Hannover 96, Minggu (25/11/12). Tak ayal gol pertamanya menjadi tonggak penting dalam karier Bundesliga pesepakbola asal Spanyol tersebut.

"Aku sangat senang karena itu membantu timku. Aku membawa pulang bola itu, ini spesial bagiku dan aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Aku akan menjaganya dengan baik," ujarnya.

Sejak bergabung dengan Bayern, Martinez sudah tampil 11 kali di liga dengan membuat satu gol dan dua assist. Secara keseluruhan ia sudah punya 16 penampilan untuk FC Hollywood. (Ajeng Quamila)

Monday, November 26, 2012

Edukasi? Memperkeruh atau Memperbaiki Kita?


Edukasi dimulai dari dalam rumah, yang nantinya berkembang ke luar. Gambaran dari hasil edukasi non formal itu pun tergambar di setiap tingkah dan perilaku keluarga. Contoh kecil yang ada di dekat kita, suatu sore Bambang kecil lari terbirit – birit, layaknya zebra yang diburu singa. Ekspresi ketakutan anak kelas 6 SD itu tidak disangka muncul karena dikejar abangnya sendiri. Dengan pisau dapur ditangannya, ia tidak dapat menahan amarah yang menggebu.

Saat itu Bambang yang sedang mengerjakan tugas geografi, berusaha menahan untuk buang air kecil karena ia ingin menyelesaikan tugasnya yang hampir selesai. Kebetulan tugasnya itu adalah tugas kelompok yang dikerjakan di rumahnya bersama Joni. Kebetulan tugasnya hanya memakan waktu setengah hari, dan dikerjakan hari sabtu, jadi mereka memutuskan untuk menyelesaikannya malam hari. Tugasnya adalah untuk membuat maket peta Kalimantan dengan menggunakan bahan dasar bubur koran yang nantinya diwarnai dan diberi penjelasan. Kira – kira sekitar jam 6 sore, akhirnya tugas itu pun selesai. Bambang dengan terburu – buru lari menuju kamar mandi. Kebetulan pintu tidak dikunci, maka ia pun langsung mendorong pintu. Dengan tidak disengaja sisi siku pintu membentur pelipis abangnya yang sedang ada di dalam. “maaf, maaf, maaf, maaf….” Secara spontan Bambang meminta maaf dengan panik. Dilihatnya mengucur darah dari pelipis abangnya. Ia pun segera menuju ruang keluarga untuk menunggu abangnya keluar. Tidak lama, sekitar lima menit, ia melihat abangnya yang keluar dari kamar mandi. Tetapi entah kenapa ia merasakan kejanggalan yang membuatnya tidak langsung ke kamar mandi ataupun minta maaf ke abangnya. Abangnya pun tidak langsung menuju kamar, ia malah langsung menuju dapur. Begitu abangnya keluar dari dapur ia langsung menuju ke ruang keluarga tempat dimana Bambang terdiam menahan untuk buang air kecil. Tampak sesosok remaja yang menakutkan. Dengan mata merah dan pisau dapur ditangan kanannya, adiknya tegang ketakutan setengah mati lari menuju kamar asisten rumah tangga. Begitu ia di dalam kamar, pintu langsung ia kunci. Tidak lama terdengar suara keras dari pisau yang ditusuk – tusukan ke pintu oleh abangnya. “KELUAR LO!!” dengan marah abangnya teriak sambil menusuk – nusukan pisau. Si mbak ketakutan dan langsung memanggil ayah Bambang yang memang bekerja dan sering menghabiskan waktu di rumah, terutama di kamarnya. Begitu sang ayah keluar, ia hanya bertanya, “ ada apa ini? “ dan begitu dijelaskan asisten rumah tanggnya mengenai kejadian tersebut, ia dengan tidak peduli masuk ke kamar lagi. Setelah hampir dua jam, sekitar jam 8 malam, sang ibu datang karena ditelepon si mbak. Begitu ia sampai rumah, terlihat si abang yang masih menunggu adiknya di luar pintu kamar mbak dengan pisau tetap digenggam.

Seperti itulah cerminan dari banyak keluarga di abad 21. Nilai – nilai moral dan etika yang semestinya menjadi edukasi non formal yang harus ditanamkan dimulai dari tahapan keluarga, kini mulai lepas dari akarnya. pendidikan, betapa ia baik ataupun buruk pengaruhnya, telah hadir di sekitar kita semenjak lahir. Makna pendidikan sendiri bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu kebudayaan ke kebudayaan yang lain, dan dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, pendidikan seharusnya dipahami sebagai satu hal yang sifatnya unik dan juga konstektual, sesuai dengan latar belakang budaya dan logika yang terbangun di tiap-tiap wilayah.

Dalam kenyataannya di Indonesia saat ini, kita cenderung bergantung pada sistem pendidikan formal (serta berbagai elemen yang terlibat di dalamnya), sebagai satu – satunya jenjang pendidikan yang kita rasakan betul manfaat serta pengaruhnya dalam kehidupan kita. Padahal, sistem pendidikan formal yang kita jalankan tersebut merupakan terjemahan dari manifestasi kebudayaan Barat (Eropa dan Amerika) yang tidak tepat, dan tanpa disertai pemahaman konteks yang memadai.

Sementara itu, pendidikan melalui keluarga dan adat istiadat semakin terdesak, dan kebanyakan telah ditinggalkan oleh generasi muda. Dan pada akhirnya, kita seringkali tidak bias menilai apakah pendidikan benar – benar membuat kita menjadi lebih bai, atau buruk.

Lemahnya pemahaman kita mengenai pendidikan yang terdapat di sekitar kita, membuat kita semakin buta akan keadaan sekitar. Dimana tradisi dari pembelajaran itu sendiri adalah terus bertanya ulang mengenai suatu penemuan atau ilmu yang ada. Sehingga timbul pertanyaan, “apakah kita termasuk orang yang teredukasi?”