Showing posts with label retna. Show all posts
Showing posts with label retna. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Kumpul Komunitas


Padatnya pengunjung ditambah suara nyaring dari segala spesies jenis binatang unik mewarnai lantai dasar Mall WTC Mangga Dua. Mata dan rasa ingin tahu para pengunjung dibuat penasaran dengan segala jenis binatang yang jarang untuk dipelihara. Luwak, Arwana, Super glidder (Possum), Landak Mini, Ular Sanca, dan Burung Kakak Tua menjadi pemandangan unik di acara IPPAE (Indonesia Pet,Plant, Aquatic) siang itu.

Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini menjadi ajang kumpul-kumpul pecinta hewan unik di Indonesia.  “Acara IPPAE bertujuan meningkatkan antusiasme para penggemar dan komunitas hewan,” kata Siska, panitia IPPAE 2012.

Berbagai macam komunitas hadir disini, seperti komunitas Hedgehog Lover Indonesia, Super Glidder Indonesia, Pecinta Arwana dan komunitas lainnya.

Acara yang diadakan dari tanggal 1-9 Desember tersebut memberi kesempatan bagi komunitas-komunitas tersebut untuk mensosialisasikan serta mencari keuntungan dari penjualan hewan peliharaan mereka.


Salah satu anggota HeLi (Hedgehog Lover Indonesia) mengaku mendapat keuntungan dan manfaat besar di acara ini. “Gue bisa menjual Landak Mini dan lumayan bisa dapet 150 ribu sampe 300 ribuan sekalian bisa kumpul sama temen-temen,” kata Biondy sambil memegang Hedgehognya yang bernama Snowy di tangannya.



BOLA BERDURI BERLARI



“Priiitt...!!!” Suara peluit terdengar dari seorang laki-laki. Empat kaki kecil berlari-lari memutari sirkuit Tamiya. Hidungnya mancung seperti moncong babi. Mata dan mukanya persis hamster, namun badan mungilnya dipenuhi oleh duri-duri setajam tusuk gigi.

Landak mini dengan corak cokelat di duri-durinya berjuang memenangkan lomba lari melawan rivalnya landak albino. Kedua hewan yang biasa disebut Hedgehog ini terus berlari tanpa arah. Ada yang terus maju, dan malah ada yang mundur. Setelah dua putaran yang melelahkan, Hedgehog bercorak cokelat  milik Anggia memenangkan lomba di acara IPPAE (Indonesia Plant Pet, Plant, Aquatic) yang diselenggarakan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara.                                                                    
                                                                            
                                                                                                                                  
Landak Mini atau African Pigmy adalah sejenis binatang mamalia dengan rentang umur sampai 10 tahun. Duri-durinya tidak beracun atau berkait seperti landak jawa. Pertahanan yang dimiliki dari semua spesies Landak Mini adalah kemampuan untuk menggulung jadi bola duri. “Memelihara Hedgehog itu gampang banget! Kasih makan ulat dan serangga aja dan sikat badannya dua kali seminggu pake shampoo dee dee yang tidak pedih di mata,” kata Achi pemilik Hedgehog bernama Unyu ini.

Aksi dari binatang “nocturnal” atau aktif di malam hari ini tidak sampai disini saja. Perlombaan lomba makan ulat Hongkong dan Labirin semakin membuat gemes dan gregetan pengunjung di siang itu.

Wednesday, November 14, 2012

Penuh Dalam Sekejap



sumber foto: kaskus
“Uangnya mana mba?” kata petugas SPBU. Saya bingung dan tidak yakin. Tapi tetap saja saya meraba-raba Jaket hitam berkantong yang melekat dibadan untuk mengambil uang 10 ribu. Setelah memberi uang, saya mulai berpikir. “Bensinnya belum penuh kok dimintain duit?”
Ada hal unik yang saya temukan ketika  pulang ke rumah hari jumat pekan lalu. Hal ini mengingatkan saya pada adegan film-film Hollywood saat laki-laki jagoan selalu mengisi bensin mobil atau motornya di pinggir jalan. Biasanya si aktor pergi ke mini market untuk membayar jumlah bensin yang akan dibeli dan memasukkan sendiri gagang selang bensin ke kendaraannya. Percaya atau tidak, ternyata Indonesia juga sudah menerapkan isi bensin self-service alias isi bensin sendiri!
Tak sengaja saya temukan SPBU self-service ketika mengisi tank bahan bakar motor saya yang hampir habis di daerah Gading Serpong-Tangerang. Para pengendara khususnya motor memang diberi pelayanan khusus ini, mungkin karena jumlah motor yang mengantri lebih banyak daripada jumlah mobil,
 Di SPBU tersebut terdapat dua box bensin khusus untuk motor, satu di tempat saya mengantri yaitu di dekat kasir, dan satu box lagi terletak sekitar 2 meter di depan dari box pertama. Ini bertujuan untuk pengendara yang sudah membayar di kasir bisa maju ke box yang ada di depannya.
Saya seperti biasa mengantri untuk mengisi bensin di belakang pengendara motor lainnya, namun saya harus membayar terlebih dahulu di kasir yang telah dijaga oleh petugas untuk mendapatkan struck bukti pembayaran. Di dalam struck tersebut ternyata ada 4 digit angka. Angka-angka tersebut harus dimasukkan ke dalam layar touch screen. Selanjutnya, gagang selang pom bensin diangkat dan dimasukkan ke dalam tanki motor. Bensin akan keluar dengan sendirinya dari selang tersebut sesuai jumlah liter yang diperlukan.
Prosesnya sangat cepat dan praktis! Awalnya saya memang bingung dan kaget, tapi sore itu saya merasakan pengalaman baru. Hanya dalam 3 menit tank bensin motor saya sudah penuh! Melalui cara ini juga saya tahu bagaimana rasanya bekerja menjadi petugas pom bensin, mudah dan simple.
Adanya sistem self-service sangat menguntungkan para pengendara motor, termasuk saya. Pengisi bensin menjadi lebih nyaman dan tidak perlu menunggu lama untuk mengantri panjang.

Thursday, October 18, 2012

Cokelat Lokal Kualitas Internasional


 Kata cokelat diambil dari dari bahasa suku Maya, Chocol'ha yang berarti “to drink chocolate together.” Lebih dari 2000 tahun yang lalu, suku Maya dan Aztec menggunakan biji kakao (bahan dasar coklat) sebagai mata uang, bahan masakan, atau untuk ditanam kembali. Cokelat yang biasa dipakai orang sebagai simbol cinta ini pernah menjadi menu makanan paling mahal bagi kaum bangsawan  di abad ke-16 pada zaman kedudukan Spanyol di Eropa. Tahun 1800-an, Milton Hershey mendirikan pabrik coklat terbesar di Penssylvania, Amerika. Di Indonesia sendiri, biji kakao dibawa oleh orang-orang Belanda pada zaman penjajahan di tahun 1700-an, dan sampai saat ini produk cokelat telah menyebar di seluruh kawasan Indonesia, serta dinikmati oleh berbagai macam kalangan.
biji kakao
Produksi pembuatan biji kakao hingga menjadi cokelat tidak hanya terjadi di Amerika, Swiss, dan Belanda. Indonesia ternyata juga menjadi negara penyumbang produksi coklat dengan kualitas yang tidak kalah hebat dengan produk import, seperti Cadburry, Hershey, Ferrero Rocher, dan merk terkenal lainnya. Salah satu perusahaan dalam negeri yang mampu memproduksi dan mengekspor hasil produksi cokelat hingga menjadi go international adalah PT. Wahana Interfood Nusantara. Perusahaan yang bergerak di bidang food industry ini pada awalnya hanya industri rumah tangga dengan hanya bermodal satu mesin penggiling biji kakao di tahun 2003. Delapan tahun kemudian, perusahaan mampu membangun pabrik besar di daerah Sumber Sari, Bandung dan mempekerjakan karyawan lebih dari 100 orang.
Tembok berwarna putih dengan pagar setinggi hampir tiga meter menutupi seluruh bagian depan bangunan seluas hampir 2000 meter persegi. Dari luar, bangunan ini tidak terlalu menarik, namun yang mengundang perhatian panca indera adalah bau khas coklat yang telah menyebar dari depan pintu hingga ke dalam area pabrik. Saat mulai memasuki pabrik, rasanya seperti memasuki pabrik coklat seperti di dalam film Hollywood “Charlie and The Chocolate Factory.” Jika di film, anak-anak yang mendapatkan golden ticket disambut dengan sajian panggung boneka dan sapaan ramah Charlie si pemilik pabrik coklat, maka disini sapaan agak ramah dari penjaga berbaju hitam yang disebut security. Jangan membayangkan pabrik ini dihiasi dengan pohon-pohon permen, taman buah-buahan, air mancur, atau kolam renang coklat. Sebaliknya, setiap ruangan dipenuhi oleh mesin-mesin dengan bobot lebih dari satu ton, pekerja yang berlalu-lalang, dan kardus yang bertumpuk-tumpuk di gudang, namun kegiatan produksi coklat sesungguhnya ada disini.
            Cokelat berasal dari buah kakao yang telah dikupas dan diambil bijinya dari buah Kakao. Sebelum biji-biji dikirim ke tempat produksi, biji-biji berwarna putih dan berlendir di fermentasi dan dikeringkan selama beberapa hari hingga berubah warna menjadi cokelat tua. Dari Indonesia, Perusahaan yang dikenal memiliki produk cokelat bermerk Schoko ini membeli biji-biji dari petani yang berada di daerah Purwakarta, Makassar, dan Padang. “Kami mengambil dari tiga daerah itu karena melihat cara penanaman petaninya.  Dari seluruh kawasan perkebunan kakao di Indonesia, Purwakarta, Padang, dan Makassar lah yang paling baik penanamannya karena mempengaruhi juga kualitas biji-bijinya,” kata Reynald, managing director PT Wahana Interfood Nusantara. Dari luar Indonesia, perusahaan yang memiliki omset 30 miliar per bulan ini mengimpor biji-biji cokelat dari Ghana, Afrika.
petugas pabrik mengontrol alat press kakao
  “Proses pertama pembuatan cokelat adalah memasukkan biji-biji kakao dari berbagai wilayah ke dalam mesin roasting untuk dipisahkan dari segala kotoran dan debu”, kata Irma, kepala pabrik PT Wahana Interfood. Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan karakteristik rasa coklat. Proses ini memakan waktu ½ hingga dua jam dengan temperatur panas yang sangat tinggi. Selama proses roasting, aroma dari biji-biji kakao akan muncul dan warnanya menjadi lebih tua. Setelah diroasting atau dipanggang, biji-biji dimasukkan ke dalam mesin lainnya untuk melalui proses Greending, yaitu proses penghancuran biji-biji menjadi bentuk yang lebih halus. Biji yang telah menjadi seperti serbuk-serbuk kayu itu kemudian di dihancurkan kembali dengan menggunakan mesin Press. Mesin ini akan menggiling dan menumbuk cokelat yang berbentuk serpihan-serpihan menjadi pasta yang disebut Cocoa Liquor. Cocoa liquor berbentuk seperti lumpur berwarna cokelat dan dimanfaatkan untuk cocoa butter, cocoa powder, dan coklat beku yang dicetak atau dipadatkan. 


Untuk pembuatan Cocoa Powder, Cocoa Liquor dipress menggunakan mesin setinggi dada orang dewasa dengan dua roda besi yang  berdekatan satu sama lain. Cocoa Liquor perlahan-lahan dimasukkan dan kedua roda yang berputar sangat cepat itu akan mengubah cairan kental tersebut menjadi bubuk. Biasanya bubuk ini berguna untuk minuman atau bahan-bahan kue. Bubuk minuman akan dicampur dengan gula dan susu agar menambah rasa saat dinikmati oleh konsumen. Sedangkan kandungan minyak yang terkandung di dalam biji Kakao dimanfaatkan untuk cocoa butter.
Gudang  PT Wahana Interfood
Proses pembuatan cokelat padat tentu berbeda dengan coklat bubuk. Cocoa Liquor harus melalui proses penghalusan dan pendinginan. Cocoa Liquor dengan lemak jenuh tinggi atau yang disebut compound dihaluskan oleh mesin besar dengan pisau bermata tajam yang berputar. Hasil akhirnya adalah cokelat halus dan berwarna lebih muda. Cokelat yang keluar dari mesin akan bersuhu 40°C, lalu dituang ke dalam cetakan, dan didiamkan hingga suhunya menjadi 33°C. Selanjutnya cokelat yang telah ada di cetakan disimpan di mesin pendingin atau  cooling tunnel, karena bentuknya yang seperti terowongan kecil. Suhu akhir menjadi 5°-11° C. “Proses penurunan suhu dimaksudkan agar cokelat dapat mengeras dengan baik dan tidak cepat meleleh,” kata wanita bertubuh kecil dan berjilbab yang sangat lincah dan teliti dalam mengawasi pekerja dan mesin-mesin pabrik ini. Tahap terakhir dari proses produksi cokelat adalah packaging dan distribusi. Hasil produk dari PT Wahana telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jabodetabek, jawa timur, jawa barat, bahkan sampai ke wilayah Asia Tenggara, Amerika dan Spanyol. 
Perusahaan milik anak negeri seperti PT Wahana Interfood Nusantara adalah satu contoh dari sekian banyak kemajuan produk Indonesia yang mampu bersaing dengan produk-produk import asal Amerika atau Eropa. Ternyata cokelat produksi lokal pun mampu menghasilkan produk kualitas  berstandar internasional. (Retna)

Monday, October 15, 2012

Dua Sisi Ajang Prestasi



Baru menjadi mahasiswa selama satu tahun tidak menghalangi Ryan Phedra untuk dinominasikan di ajang bergengsi UPH Award 2012. Laki-laki yang akrab dipanggil Rere ini memiliki segudang aktifitas dalam keorganisasian dan kepanitian. Keanggotaanya di Himpunan Mahasiswa Jurusan Perhotelan menjadi pintu gerbangnya mengikuti acara kepanitiaan, seperti acara Blood Donation, Miss UPH Scholar, Leadership In Training, dan masih banyak lagi. Pada awalnya ia hanya iseng-iseng saja mendaftar UPH Award. Alasannya sangat sederhana, “Takut ada penyesalan dan didorong juga oleh teman-teman,” katanya. Penyesalan yang dimaksud adalah ia tidak mau sampai tidak mencoba untuk ikut acara ini. “Pokoknya gue coba dulu daftar jangan sampai gue nanti kecewa di belakang,” kata laki-laki penggemar fotografi ini.
Siapapun boleh mendaftar sebagai calon nominator, termasuk juga panitia. Meskipun tahun lalu Rere tidak terlalu memberi perhatian kepada acara tersebut, ketertarikannya untuk mendaftar muncul saat ia menjadi bagian dari panitia UPH Award tahun ini. Ia mengisi formulir, memberi nilai transkrip, dan surat rekomendasi dari dosen jurusannya sebagai syarat untuk mendaftar menjadi calon nominator di UPH Awards.. 
Acara yang telah berlangsung selama enam kali ini membagikan lebih dari 10 kategori, antara lain adalah Student Entrepreneurship of the Year, Outstanding Sophomore, Outstanding Junior, Student Leader of the year, dan lain sebagainya. Rere dinominasikan untuk kategori Freshmen Student of the Year atau mahasiswa terbaik yang baru menjalani masa 1 tahun perkuliahan. Tanpa disangka keisengannya ini membuahkan hasil. Ia memenangkan nominasi tersebut! Saat ditanya pengaruh apa yang ia rasakan setelah memenangi prediket mahasiswa terbaik, ketua Pelita Harapan Photography Club ini hanya menjawab, “Lebih ingin berkonstribusi untuk acara-acara kampus.”
Lain halnya dengan Soraya Apriliyanti, mahasiswi jurusan sastra inggris UPH ini, mengaku belum pernah datang ke perhelatan UPH Awards. "Aku belum pernah datang ke UPH Awards, soalnya nggak tertarik." Ujarnya. "Kalau menurutku, UPH Awards mungkin tujuan acaranya bagus, untuk memotivasi mahasiswa supaya lebih berprestasi. Tapi realitanya, hanya segelintir yang sadar dan concern akan hal itu, yang lain atau mungkin sebagian besar ya fokus ke urusan masing-masing. Tanpa UPH Award, semua orang akan tetap bisa memotivasi diri untuk lebih berprestasi, balik lagi, tergantung masing-masing individu aja."
Mahasiswa semester akhir ini juga meneruskan, bahwa acara ini memberikan terkesan membuang-buang uang. Terutama dengan antusiasme penonton yang rendah dan pengunjung yang sedikit. “Mungkin ada baiknya konsepnya diganti, bukan hanya sekedar pemberian award terhadap mahasiswa UPH aja, tapi bagimana kita berkontribusi untuk masyarakat. Bukan selalu berkontribusi untuk diri sendiri.” Jelasnya.
UPH AWARDS memang mengundang pro dan kontra diantara warga UPH. Sebagian orang mungkin merasa UPH AWARDS adalah ajang untuk tampil menunjukkan prestasi. Sebagian berpendapat acara ini hanya untuk unjuk gigi saja, namun acara yang diadakan satu tahun sekali ini akan tetap mewarnai aktivitas kampus Universitas Pelita Harapan di tahun-tahun yang akan datang.
(Anna, Retna)